Hujan salju yang terus-menerus telah memengaruhi pendakian Himalaya di musim semi. Meskipun musim pendakian di Himalaya telah dimulai, pendakian terhambat akibat hujan salju yang tak terduga. Dalam 70 tahun sejarah pendakian, meskipun izin pendakian Gunung Everest telah diberikan kepada sebagian besar pendaki, mereka terpaksa berhenti di base camp ketika cuaca buruk.
Sebanyak 466 orang dari 43 kelompok pendaki gunung telah mendapatkan izin untuk mendaki Gunung Everest. Saat ini, Komite Pengendalian Pencemaran Sagarmatha (SPCC)telah menginformasikan bahwa pengendalian polusi Gunung Everest sedang dilakukan di 1,300 base camp nasional dan internasional yang didirikan untuk berbagai ekspedisi pendakian gunung.

Ini pertama kalinya longsor menimpa tim pendaki di base camp. "Hujan salju yang terus-menerus tidak mendukung pendakian gunung," kata Lamakaji Sherpa, ketua panitia. Hujan salju terus-menerus terjadi selama lima hari terakhir di wilayah Khumbu. "Salju setinggi pinggang, dan semakin bertambah setiap hari," kata Bhumi Raj Upadhyay, penjaga Taman Nasional Sagarmatha.
Karena salju yang terus turun, kemungkinan pendakian dari kamp kedua belum pasti, kata ketua panitia. "Oleh karena itu, para pendaki saat ini tinggal dan berlatih di kamp pertama dan kedua," ujarnya.
Para Sherpa terus memberikan dukungan untuk mengumpulkan perlengkapan bagi para pendaki. Beberapa pendaki telah terlihat di Namche Bazaar, memanfaatkan cuaca yang mendukung. "Lebih dari selusin pendaki telah tiba di Namche dengan helikopter dari base camp," kata pengusaha pariwisata Chimikalden Sherpa. Meskipun sekitar 300 wisatawan asing datang setiap hari melalui jalur udara ke wilayah Khumbu, hotel-hotel lokal masih penuh sesak.
Perbaikan cuaca diperkirakan akan memakan waktu lebih lama. Kepala Departemen Meteorologi, Sajina Shakya, belum memperkirakan hujan salju di wilayah Himalaya hingga beberapa hari ke depan. "Hujan salju akan berkurang mulai Jumat. Namun, cuaca di seluruh wilayah Himalaya akan membutuhkan beberapa hari lagi," ujarnya.
